Kwai Chai Hong, Kuala Lumpur

Terakhir diperbarui: Oktober 2026

Mural warna-warni yang menggambarkan kehidupan pendatang Tionghoa tahun 1960-an di gang Kwai Chai Hong, Chinatown, Kuala Lumpur

Kwai Chai Hong adalah gang belakang yang direstorasi di Chinatown Kuala Lumpur, terjepit di antara dinding belakang ruko di Jalan Petaling (Petaling Street) dan Lorong Panggung. Hingga 2018 gang ini adalah gang servis yang gelap dan terbengkalai. Kini gang ini menjadi galeri terbuka gratis berisi mural yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di Chinatown pada 1960-an, dengan gapura masuk, lampion di atas kepala, instalasi seni musiman, dan beberapa kafe serta bar di ruko-ruko yang direstorasi di sekitarnya. Butuh sekitar 15 hingga 30 menit untuk melihatnya, dan letaknya lima menit dari stasiun Pasar Seni, sehingga mudah ditambahkan ke jalan-jalan di sekitar Petaling Street dan Central Market.

Panduan ini membahas sejarah dan nama gang, apa yang digambarkan mural-muralnya, dekorasi Tahun Baru Imlek setiap tahun, jam buka (diperiksa Oktober 2026), cara menuju ke sana, dan tips berfoto.

LokasiLorong Panggung, off Petaling Street, Chinatown, 50000 Kuala Lumpur
Jam BukaSetiap hari 9 pagi hingga tengah malam (situs resmi; beberapa daftar menunjukkan jam tutup lebih awal)
Tiket masukGratis
Waktu yang dibutuhkan15–30 menit
Transportasi terdekatMRT / LRT Pasar Seni (5 menit berjalan kaki)
Antar saya ke sini
Situs resmikwaichaihong.com
TerverifikasiTerverifikasi Oktober 2026

Sejarah Kwai Chai Hong

Petaling Street tumbuh pada akhir abad ke-19 di sekitar pabrik tapioka yang dibuka oleh Kapitan Yap Ah Loy, itulah sebabnya jalan ini masih disebut Chee Cheong Kai ("jalan pabrik tepung") dalam bahasa Kanton. Di belakang deretan ruko sebelum perangnya terdapat gang-gang belakang sempit yang digunakan untuk pengiriman barang, saluran air, dan sampah. Salah satunya, di antara Jalan Petaling dan Lorong Panggung, kemudian dikenal sebagai Kwai Chai Hong.

Nama ini berasal dari bahasa Kanton dan biasanya diterjemahkan sebagai "Gang Hantu Kecil" atau "Gang Setan Kecil". Penjelasan yang paling sering diulang adalah bahwa "kwai chai" (setan kecil) adalah sebutan warga Tionghoa yang lebih tua untuk anak-anak nakal yang menjadikan gang gelap ini tempat bermain. Menjelang akhir abad ke-20 kawasan ini menjadi kumuh, dan laporan dari masa restorasi menggambarkannya sebagai tempat yang dulu dikaitkan dengan pengguna narkoba, geng, dan prostitusi.

Pada 2018 sekelompok lima pengusaha lokal, melalui perusahaan pengelola ruang yang mereka dirikan bernama Bai Chuan Management Sdn Bhd, mengambil alih gang dan bangunan di sekitarnya. Mereka menanamkan lebih dari RM1,5 juta dana pribadi, didukung hibah dari Think City, lembaga regenerasi perkotaan. "Project Kwai Chai Hong" merestorasi sepuluh ruko (enam menghadap Jalan Petaling dan empat di Lorong Panggung) serta gang di antaranya, dengan mempertahankan dinding lama, jendela kayu, dan pintu belakang alih-alih membangunnya kembali. Gang yang direstorasi selesai pada April 2019 dan diresmikan pada akhir bulan itu oleh anggota parlemen Bukit Bintang, Fong Kui Lun.

Sejak itu gang ini menjadi salah satu spot foto paling terkenal di Chinatown, dan Bai Chuan terus meramaikannya dengan instalasi musiman serta penyewa makanan dan minuman. Gang ini dikelola swasta, bukan taman umum, tetapi masuknya selalu gratis.

Mural Kwai Chai Hong

Inti proyek ini adalah enam mural yang dilukis di dinding belakang dan fasad ruko yang direstorasi oleh lima seniman Malaysia: Khek Shin Nam, Chan Kok Sing, Chok Fook Yong, Chew Weng Yeow, dan Wong Leck Min. Setiap seniman bekerja dengan gaya berbeda, tetapi semua lukisan menghadirkan kembali suasana 1960-an, ketika blok ini adalah lingkungan hunian dan tempat kerja yang padat. Carilah:

Banyak lukisan bersifat interaktif, dengan benda nyata seperti kursi, daun jendela, dan pipa yang dipasang di dinding sehingga Anda bisa masuk ke dalam adegan. Setiap mural diberi kode QR yang terhubung ke klip pendek dan rekaman suara tentang kehidupan di kawasan ini; beberapa kode sudah pudar atau tidak berfungsi lagi, jadi anggap saja sebagai bonus.

Instalasi dan Acara Musiman

Gang ini didekorasi ulang untuk festival besar, terutama Tahun Baru Imlek, saat menjadi salah satu spot foto tersibuk di KL. Contoh terbaru:

Instalasi bertema yang lebih kecil muncul pada waktu lain sepanjang tahun. Cek Instagram atau Facebook gang ini (@kwaichaihong) untuk mengetahui acara saat Anda berkunjung.

Kafe dan Bar

Beberapa ruko yang telah direstorasi dan membelakangi gang ini kini diisi kafe, kedai bergaya kopitiam, dan resto-bar, sebagian dengan pintu masuk dari gang dan sebagian lagi dari Jalan Petaling atau Lorong Panggung. Penyewanya berganti dari waktu ke waktu, jadi cek daftar terbaru, tetapi gang ini cocok untuk mampir minum kopi pada siang hari atau minum-minum pada malam hari. Untuk makanan lokal murah, kedai dan restoran Petaling Street serta pedagang kaki lima Madras Lane di dekat Jalan Tun H.S. Lee hanya beberapa menit jauhnya.

Jam Buka, Tiket Masuk, dan Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan

Cara ke Kwai Chai Hong

Pintu masuknya mudah terlewat. Carilah gapura dan lampion di ujung Lorong Panggung, dekat persimpangan dengan Jalan Petaling.

Tips Berkunjung

Lokasi

Foto

Terdekat

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Kwai Chai Hong gratis dikunjungi?

Ya. Masuk ke Kwai Chai Hong gratis dan tidak ada tiket atau reservasi. Anda hanya membayar jika makan atau minum di salah satu kafe atau bar di sekitar gang.

Jam berapa Kwai Chai Hong buka?

Situs resmi mencantumkan setiap hari pukul 9 pagi hingga tengah malam. Beberapa situs menunjukkan jam tutup lebih awal, jadi siang hari atau awal malam adalah waktu paling aman untuk datang.

Apa arti Kwai Chai Hong?

Dalam bahasa Kanton artinya "Gang Hantu Kecil" atau "Gang Setan Kecil". Penjelasan yang umum adalah bahwa warga lama menyebut anak-anak nakal yang bermain di gang ini "kwai chai", atau setan kecil.

Kapan Kwai Chai Hong direstorasi?

Bai Chuan Management, perusahaan yang didirikan oleh lima pengusaha lokal, merestorasi sepuluh ruko dan gang ini dengan hibah Think City pada 2018 dan 2019. Gang ini dibuka kembali pada April 2019 dengan enam mural karya lima seniman Malaysia.

Bagaimana cara ke Kwai Chai Hong?

Naik MRT atau LRT ke Pasar Seni dan berjalan kaki sekitar lima menit melewati Central Market ke Lorong Panggung, di samping Jalan Petaling. Stasiun monorel Maharajalela sekitar sepuluh menit berjalan kaki.

Sumber