Central Market (Pasar Seni), Kuala Lumpur
Terakhir diperbarui: Oktober 2026
Central Market (Pasar Seni) adalah pasar seni dan kerajinan paling terkenal di Kuala Lumpur, menempati gedung Art Deco berwarna biru muda di Jalan Hang Kasturi, di antara Sungai Klang dan Chinatown. Pasar ini bermula pada 1888 sebagai pasar basah kota, pindah ke gedungnya yang sekarang pada 1937, dan diselamatkan dari pembongkaran pada 1980-an untuk dibuka kembali sebagai pusat seni dan kerajinan Malaysia. Kini di dalamnya terdapat batik, songket, pewter, ukiran kayu, galeri seni, dan toko suvenir, dengan kios makanan di Kasturi Walk yang beratap di luarnya. Masuk gratis.
Panduan ini membahas sejarah pasar, apa yang bisa dilihat dan dibeli, lokakarya, jam buka, cara menuju ke sana, dan tips, dicek pada Oktober 2026.
| Alamat | Jalan Hang Kasturi, 50050 Kuala Lumpur |
|---|---|
| Jam Buka | Setiap hari 10 pagi – 10 malam (beberapa kios tutup lebih awal) |
| Tiket masuk | Gratis |
| Yang bisa dibeli | Batik, pewter, kerajinan tangan, seni, suvenir |
| Transportasi terdekat | Stasiun MRT / LRT Pasar Seni (2 menit berjalan kaki) |
| Antar saya ke sini | |
| Situs resmi | centralmarket.com.my |
| Terverifikasi | Terverifikasi Oktober 2026 |
Sejarah Central Market
Central Market didirikan oleh pemerintah kolonial Inggris pada 1888 sebagai pasar basah bagi warga Kuala Lumpur dan para penambang timah yang membangun kota ini. Pasar ini pindah ke sini dari Market Square lama (kini Medan Pasar), dan lokasinya diperluas beberapa kali, pada 1889, 1895, 1920, dan 1921, seiring pertumbuhan kota.
Gedung yang Anda lihat sekarang dirancang pada 1936 oleh arsitek T. Y. Lee dan selesai pada 1937. Kontraknya dimenangkan oleh Brizary & Co. dari Singapura senilai $249,000, tetapi biayanya naik menjadi sekitar $330.000 setelah detail Art Deco tambahan ditambahkan. Desainnya menggunakan bentuk bertingkat ala ziggurat yang khas gaya tersebut, garis vertikal yang tegas, dan ornamen geometris pada fasad. Dengan ukuran sekitar 123,7 kali 60,8 meter, gedung ini merupakan ruang interior tunggal terbesar di Kuala Lumpur saat dibuka.
Aula ini berfungsi sebagai pasar basah utama kota hingga akhir 1970-an. Seiring modernisasi Kuala Lumpur, gedung ini dijadwalkan untuk dibongkar, tetapi Malaysian Heritage Society (Badan Warisan Malaysia) berkampanye untuk menyelamatkannya. Gedung ini direnovasi untuk alih fungsi antara Oktober 1985 dan April 1986, sebagian terinspirasi oleh Covent Garden di London, dan diluncurkan kembali pada 1986 sebagai Pasar Budaya, meskipun semua orang menyebutnya Pasar Seni. Gedung dipasangi AC dan kios-kiosnya dibangun ulang agar menyerupai deretan ruko sebelum perang.
Pada 2004 Kha Seng Group mengambil sewa pasar ini selama 60 tahun, dan pengelolaannya dipegang oleh Central Market Sdn Bhd. Central Market Annexe, di bekas gedung bioskop, dibuka kembali pada 2006 dengan galeri seni dan ruang teater, dan Kasturi Walk, jalan pejalan kaki beratap di sisi pasar dengan atap berbentuk wau bulan (layang-layang bulan), ditambahkan pada awal 2010-an. Pada 2018 pasar ini mencatat sekitar 4,2 juta pengunjung, kira-kira separuhnya dari luar negeri.
Yang Bisa Dilihat dan Dibeli di Central Market
Kerajinan dan suvenir
Aula utama ditata dalam bagian-bagian bertema yang mencerminkan komunitas Melayu, Tionghoa, dan India di Kuala Lumpur. Carilah:
- Batik: kain batik tulis dan cap per meter, sarung, selendang, dan kemeja.
- Songket dan tekstil: kain tenun benang emas, serta tekstil Malaysia dan India lainnya.
- Pewter, ukiran kayu, dan layang-layang: pewter Selangor, barang ukiran kayu, layang-layang wau, dan boneka bayangan wayang kulit.
- Suvenir dan camilan: magnet kulkas, gantungan kunci, kaus, kopi, teh, dan biskuit Malaysia.
- Seni: lukisan, cetakan, dan seniman potret, termasuk Art House Gallery.
Lokakarya dan pengalaman
Anda bisa mencoba melukis batik sendiri, yaitu mewarnai desain yang sudah dilapisi lilin untuk dibawa pulang, serta melukis henna dan memesan ukiran stempel Tiongkok yang dipersonalisasi. Tersedia juga pijat tradisional dan refleksi kaki di lokasi. Annexe memiliki Illusion 3D Art Museum dan KL Story Exhibition Gallery tentang masa lalu kota ini.
Kasturi Walk dan acara
Kasturi Walk, jalan beratap di sisi Jalan Hang Kasturi, memiliki kios yang menjual pakaian dan suvenir serta gerobak jajanan yang menjual minuman dan camilan. Pasar ini juga rutin mengadakan acara seperti pasar akhir pekan, festival kuliner, dan program seni; cek situs resmi untuk kalender terbaru.
Jam Buka, Harga, dan Berapa Lama Berkunjung
- Jam buka: setiap hari 10 pagi hingga 10 malam menurut situs resmi, meskipun beberapa toko tutup lebih awal di malam hari.
- Tiket masuk: gratis. Lokakarya dan Illusion 3D Art Museum dikenakan biaya terpisah.
- Harga: umumnya pas di toko-toko dalam ruangan, meskipun tidak ada salahnya meminta diskon saat membeli beberapa barang. Tawar-menawar wajar di kios Kasturi Walk.
- Waktu yang dibutuhkan: sekitar satu jam untuk melihat-lihat; dua jam atau lebih dengan lokakarya batik atau makan.
- Kontak: 1-300-22-8688.
Cara ke Central Market
- LRT/MRT: stasiun Pasar Seni, di Jalur LRT Kelana Jaya dan Jalur MRT Kajang, sekitar dua menit berjalan kaki menyeberang jalan.
- LRT Masjid Jamek: sekitar 10 menit berjalan kaki menyusuri sungai.
- Bus: bus kota gratis GOKL dan banyak rute RapidKL berhenti di hub Pasar Seni di dekatnya.
- Grab atau taksi: minta diantar ke "Central Market, Jalan Hang Kasturi".
- Mengemudi: ada tempat parkir di pasar, tetapi lalu lintas Chinatown padat; transportasi umum lebih mudah.
Tips Berkunjung
- Pagi hari kerja adalah waktu paling sepi. Sore akhir pekan paling ramai, terutama di Kasturi Walk.
- Aula utama ber-AC, sehingga menjadi tempat berlindung yang nyaman dari panas tengah hari atau badai sore.
- Gabungkan dengan Petaling Street dan Kwai Chai Hong, beberapa menit ke timur, serta Kuil Sri Mahamariamman dan Kuil Sin Sze Si Ya di Chinatown. Dataran Merdeka dan River of Life di Masjid Jamek sekitar 10 menit ke utara.
- Untuk batik dan songket berkualitas lebih baik, bandingkan beberapa toko dan tanyakan apakah kainnya batik tulis atau cetak.
- Ada kios makanan dan restoran di dalam dan sekitar pasar, dan masih banyak lagi di Chinatown.
Lokasi
Foto
Terdekat
- Kwai Chai Hong — 5 menit berjalan kaki ke timur menuju Chinatown
- Petaling Street — 3 menit berjalan kaki ke selatan untuk berbelanja di pasar jalanan
- Dataran Merdeka — 8 menit berjalan kaki ke utara menyusuri Jalan Hang Kasturi
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jam berapa Central Market Kuala Lumpur buka?
Situs resmi mencantumkan jam buka setiap hari 10 pagi hingga 10 malam. Beberapa toko dan kios tutup lebih awal di malam hari.
Apakah masuk Central Market gratis?
Ya. Masuk Central Market gratis. Lokakarya seperti melukis batik dan Illusion 3D Art Museum dikenakan biaya terpisah.
Mengapa Central Market disebut Pasar Seni?
Pasar Seni berarti "pasar seni" (art market). Setelah tidak lagi menjadi pasar basah, gedung ini dibuka kembali pada 1986 sebagai pusat seni dan kerajinan Malaysia, dan nama itu pun melekat.
Berapa usia Central Market?
Pasar ini didirikan pada 1888 sebagai pasar basah. Gedung Art Deco yang sekarang dirancang oleh T. Y. Lee dan selesai pada 1937.
Stasiun apa yang terdekat dengan Central Market?
Stasiun Pasar Seni, yang dilayani Jalur LRT Kelana Jaya dan Jalur MRT Kajang, sekitar dua menit berjalan kaki.
Bisakah menawar di Central Market?
Harga di toko-toko dalam ruangan sebagian besar pas, meskipun Anda bisa meminta diskon untuk pembelian yang lebih besar. Tawar-menawar lebih umum di kios Kasturi Walk.
