Chow Kit Market
Terakhir diperbarui: Oktober 2026
Pasar Chow Kit, resminya Bazaar Baru Chow Kit dan juga disebut Pasar Raja Bot, adalah pasar basah terbesar di Kuala Lumpur. Di balik toko-toko di Jalan Tuanku Abdul Rahman, labirin lorong beratap menjual ikan dan seafood segar, daging, sayuran, buah tropis, rempah, bahan kering, peralatan dapur, dan pakaian murah bagi rumah tangga Melayu dan Indonesia di kota ini serta para juru masak restoran. Ini adalah pasar yang benar-benar beroperasi, bukan atraksi wisata, dan justru itulah daya tariknya: selama satu jam Anda bisa melihat dari dekat cara warga KL berbelanja dan makan, tidak jauh berjalan kaki dari Kampung Baru dan stasiun monorel Chow Kit.
Panduan ini membahas sejarah Pasar Chow Kit, bagian-bagiannya, apa yang bisa dibeli dan dimakan, waktu terbaik berkunjung, cara menuju ke sana, dan tips praktis.
| Alamat | Jalan Raja Bot, di samping Jalan Tuanku Abdul Rahman |
|---|---|
| Detail | Paling ramai dari pagi buta hingga awal siang (sekitar 7 pagi – 1 siang); beberapa kios lebih lama Gratis |
| Kawasan | Chow Kit |
| Durasi kunjungan | Sekitar 45 menit |
| Tercantum di | Atraksi Kuala Lumpur |
| Antar saya ke sini | |
| Terverifikasi | Terverifikasi Oktober 2026 |
Sejarah Pasar Chow Kit
Distrik di sekitarnya dinamai dari Loke Chow Kit (1862 hingga 1918), penambang timah, anggota dewan kota, dan pengusaha yang pada 1905 membuka Loke Chow Kit & Co., department store pertama di Kuala Lumpur yang dimiliki dan dikelola oleh pengusaha lokal. Jalan Chow Kit dan, kemudian, seluruh kawasan antara Jalan Raja Laut dan Jalan Tuanku Abdul Rahman dikenal dengan namanya.
Pasar ini sendiri merupakan gagasan Raja Muhamad Raja Alang, anggota Dewan Kota Kuala Lumpur, pada awal 1950-an. Dewan menyetujui pembangunannya dalam rapat keuangan pada Mei 1953 dan menyisihkan 350.000 dolar Malaya untuk 350 kios, menjadikannya pasar terbesar di ibu kota. Pasar ini diresmikan pada 1955 oleh Sultan Selangor, Sultan Hisamuddin Alam Shah. Bangunan aslinya bergaya khas 1950-an, dengan atap melengkung dan tiang meruncing, dan terakhir kali mendapat peningkatan besar pada akhir 1980-an.
Selama puluhan tahun, pasar ini menjadi tempat belanja utama rumah tangga Melayu di KL dan komunitas Indonesia yang menetap di sekitar Chow Kit; pedagang dan restoran Minangkabau, Jawa, dan Aceh memberi kawasan ini julukan "Little Jakarta". Banyak kios kini dikelola oleh generasi kedua atau ketiga dari keluarga yang sama. Kawasan Chow Kit juga masuk ke budaya populer melalui lagu "Chow Kit Road" karya penyanyi Sudirman Arshad; ia menggelar konser terbuka di sana pada 1986 yang dihadiri sekitar 100.000 orang.
Dewan Kota Kuala Lumpur (DBKL) memulai pembangunan ulang jangka panjang pada 2014 untuk mengganti struktur yang menua dengan kompleks pasar bertingkat. Proyek ini molor bertahun-tahun, dengan pergantian kontraktor pada 2021 dan 2022, tetapi bagian pertama sayap modern yang baru dibuka pada 1 April 2024, dengan bagian daging di lantai dasar, toko kelontong dan kios kopitiam di lantai atas yang dicapai dengan eskalator, serta gedung parkir bertingkat. Tahap selanjutnya masih dalam penyelesaian, sehingga sebagian pasar merupakan campuran lorong lama dan bangunan baru.
Yang Bisa Dilihat dan Dibeli di Pasar Chow Kit
Pasar basah
Bagian paling ramai, dengan deretan panjang kios ikan dan seafood (tuna utuh, kembung, udang, cumi, dan kepiting di atas es), penjual daging unggas dan sapi, serta penjual sayur dengan tumpukan sayuran lokal seperti kangkung dan daun ulam. Daging babi tidak dijual di sini, itulah sebabnya pembelinya sebagian besar orang Melayu dan Indonesia.
Buah dan hasil bumi
Kios di tepi dan di lorong terbuka menjual pisang per tandan, pepaya, nanas, dan buah musiman seperti durian, manggis, dan rambutan, biasanya lebih murah daripada di supermarket. Mintalah dalam jumlah kecil atau potongan jika ingin langsung dimakan.
Rempah dan bahan kering
Carilah karung cabai kering, ikan teri (ikan bilis), ikan asin, terasi belacan, bumbu racikan, dan bahan-bahan Indonesia. Ini adalah barang yang paling mudah dibawa pulang oleh wisatawan; mintalah untuk dibungkus dua lapis.
Pakaian, barang rumah tangga, dan pasar bundle
Bazar kering menjual pakaian, sepatu, tekstil, peralatan dapur, dan barang keagamaan. Pada malam hari, pasar "bundle" di sekitar Lorong Haji Taib dan Jalan Raja Bot menjual pakaian, sepatu, dan aksesori bekas.
Kios makanan
Kios hawker di sekitar dan di dalam pasar menyajikan hidangan Melayu dan Indonesia, mi, bubur, dan kuih dengan harga sangat murah. Kios berganti dari waktu ke waktu, jadi ikuti antrean dan cari yang baru dimasak.
Jam Buka, Biaya, dan Berapa Lama Berkunjung
- Jam buka: pasar paling ramai dari pagi buta hingga awal siang (sekitar 7 pagi hingga 1 siang). Beberapa kios buka lebih lama dan pasar bundle berlangsung pada malam hari, tetapi banyak kios pasar basah sudah habis dan tutup menjelang awal siang. Hari buka berbeda-beda di tiap bagian.
- Biaya: gratis untuk berkeliling. Harga biasanya per kilo atau per ikat, dan sebaiknya bawa uang tunai pecahan kecil.
- Waktu yang dibutuhkan: sekitar 45 menit hingga satu jam untuk berkeliling, lebih lama jika berhenti untuk makan.
Cara ke Pasar Chow Kit
- Monorel: stasiun Chow Kit sekitar lima menit berjalan kaki menyusuri Jalan Tuanku Abdul Rahman.
- MRT: stasiun Hospital Kuala Lumpur di Jalur Putrajaya berada di dekatnya di sisi utara distrik.
- LRT: stasiun PWTC (Jalur Ampang/Sri Petaling) sekitar 15 menit berjalan kaki, dan LRT Kampung Baru berjarak serupa di sebelah timur.
- Grab: minta diantar ke Bazaar Baru Chow Kit atau Jalan Raja Bot. Jika membawa mobil, gunakan tempat parkir di kompleks pasar baru; jalan-jalan di sekitarnya padat pada pagi hari.
Tips Berkunjung ke Pasar Chow Kit
- Datanglah pagi, idealnya antara 7 dan 10 pagi, saat kios-kios penuh dan aktivitas jual beli pagi paling ramai. Menjelang 1 siang banyak kios sudah berkemas.
- Kenakan sepatu tertutup yang tidak masalah jika basah. Lantai di bagian ikan dan daging licin.
- Mintalah izin sebelum memotret pedagang dari dekat. Sebagian besar tidak keberatan difoto sebentar, tetapi ini tempat kerja mereka, dan lorongnya sempit, jadi terus bergerak dan jangan menghalangi kios yang sibuk.
- Simpan barang berharga di saku depan atau tas berritsleting, seperti di pasar ramai mana pun.
- Berpakaianlah sopan; sebagian besar pembeli beragama Islam dan kawasan ini cukup konservatif.
- Gabungkan kunjungan dengan berjalan-jalan di Kampung Baru, sekitar sepuluh menit ke timur, atau minum kopi di Yut Kee, kedai kopi Hainan yang sudah melayani sejak 1928, di Jalan Kamunting dekat Dang Wangi.
Lokasi Pasar Chow Kit
Terdekat
- Kuih stalls at Bazaar Baru Chow Kit — Hidangan penutup, 0,1 km
- Gurdwara Sahib Tatt Khalsa Diwan — Tempat ibadah, 0,2 km
- Nasi Lemak Wanjo — Makanan hawker, 0,3 km
- Kin Kin Chilli Pan Mee — Makanan hawker, 0,3 km
- Yut Kee Restaurant — Makanan hawker, 0,5 km
- Kampung Baru — Atraksi, 0,5 km
Rencanakan rute dengan jam buka menggunakan perencana perjalanan Where2Go.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Jam berapa Pasar Chow Kit buka?
Pasar Chow Kit paling ramai sekitar 7 pagi hingga 1 siang. Banyak kios pasar basah tutup menjelang awal siang, beberapa kios buka lebih lama, dan pasar bundle barang bekas di dekatnya berlangsung pada malam hari.
Apakah Pasar Chow Kit aman untuk wisatawan?
Ya, selama jam pasar suasananya ramai oleh pembeli lokal. Amankan barang berharga di tengah keramaian dan kenakan sepatu tertutup karena lantai di bagian basah licin.
Apakah Pasar Chow Kit halal?
Daging babi tidak dijual di Pasar Chow Kit, dan sebagian besar kios makanan di dalam dan sekitarnya adalah Melayu atau Indonesia. Periksa sertifikat halal di masing-masing kios jika hal ini penting bagi Anda.
Kapan Pasar Chow Kit dibangun?
Pasar ini disetujui oleh Dewan Kota Kuala Lumpur pada 1953 dan diresmikan pada 1955 oleh Sultan Hisamuddin Alam Shah. Sayap baru bertingkat dibuka pada 1 April 2024 sebagai bagian dari pembangunan ulang oleh DBKL.
Stasiun apa yang terdekat dengan Pasar Chow Kit?
Stasiun monorel Chow Kit sekitar lima menit berjalan kaki. Stasiun MRT Hospital Kuala Lumpur dan stasiun LRT PWTC juga dapat dicapai dengan berjalan kaki.
