Asia Camera Museum
Terakhir diperbarui: Oktober 2026
Asia Camera Museum adalah museum fotografi swasta di lantai satu sebuah ruko di 71 Armenian Street, di kawasan seni jalanan George Town. Dibuka sejak Januari 2014, museum ini menyimpan lebih dari 1.000 kamera dan aksesori fotografi yang dikumpulkan dari Jerman, Swedia, Amerika Serikat, Jepang, dan negara lain, mulai dari kamera pelat kayu hingga model digital awal. Tiket masuk sudah termasuk tur berpemandu yang membawa Anda melewati camera obscura, kamar gelap bergaya kerja, dan bengkel reparasi lama, dan Anda bisa mengambil serta mencoba sendiri beberapa kamera antik.
Panduan ini membahas latar belakang museum, apa yang akan Anda lihat, sejarah singkat kamera yang dipamerkan, tiket dan jam buka (diperiksa Oktober 2026), cara menuju ke sana, dan tips berkunjung.
| Alamat | 71 Armenian Street, George Town |
|---|---|
| Detail | Setiap hari 10 pagi – 6 sore (datang paling lambat 5:30 sore) RM25 termasuk tur berpemandu |
| Kawasan | George Town |
| Durasi kunjungan | Sekitar 1 jam |
| Tercantum di | Atraksi Penang |
| Antar saya ke sini | |
| Terverifikasi | Terverifikasi Oktober 2026 |
Tentang Asia Camera Museum
Museum ini dibuka untuk umum pada 15 Januari 2014. Tujuannya adalah menunjukkan perkembangan fotografi melalui peralatannya sendiri, sehingga koleksinya dikumpulkan berdasarkan nilai sejarah setiap barang, bukan semata kelangkaannya. Pada tahun-tahun awalnya, museum ini tercatat berada di sebuah rumah besar warisan berwarna putih di Jalan Burma, tempat museum juga menjalankan sekolah foto yang mengajarkan fotografi analog dan digital. Museum kemudian pindah ke lokasinya sekarang di lantai satu 71 Lebuh Armenian, tempat isi sebuah bekas studio potret juga dipindahkan.
Museum ini adalah tempat kecil yang interaktif, bukan galeri formal. Tempat ini cocok bagi siapa saja yang pernah memakai kamera film, keluarga dengan anak-anak lebih besar yang hanya mengenal kamera ponsel, dan fotografer yang tertarik pada evolusi peralatan mereka.
Yang Bisa Dilihat di Asia Camera Museum
Koleksi kamera
Lemari kaca menyimpan lebih dari 1.000 kamera dan aksesori, disusun untuk menunjukkan perkembangan fotografi dari awal abad ke-20 hingga model terbaru. Anda akan melihat merek Jerman, Amerika, Jepang, Prancis, Inggris, dan Swedia, kamera lipat dan kamera kotak, refleks lensa kembar, rangefinder, refleks lensa tunggal, kamera mata-mata dan miniatur, kamera mainan, serta SLR digital awal. Panel di samping foto-foto terkenal mencantumkan kamera yang digunakan untuk memotretnya. Beberapa kamera antik disediakan agar pengunjung bisa mengambil dan mengintip melaluinya.
Camera obscura
Camera obscura yang bisa dimasuki menunjukkan prinsip di balik setiap kamera: cahaya yang masuk melalui lubang kecil di ruangan gelap memproyeksikan gambar terbalik pemandangan di luar ke dinding seberang. Para seniman memakai efek ini sebagai alat bantu menggambar jauh sebelum fotografi ditemukan, dan melihatnya langsung di dalam ruangan membuat konsepnya langsung jelas.
Kamar gelap
Kamar gelap menjelaskan cara foto dibuat sebelum ada sensor digital: memapar film, mencucinya dalam larutan kimia, lalu memproyeksikan negatif ke kertas peka cahaya dengan enlarger untuk mencetak foto. Pemandu akan menjelaskan setiap langkah dan peralatan yang digunakan.
Bengkel reparasi kamera
Meja reparasi rekonstruksi memamerkan peralatan tahun 1960-an untuk merawat kamera mekanis, dengan kamera yang dibongkar untuk memperlihatkan rana, roda gigi, dan elemen lensa. Ini mengingatkan betapa presisinya rekayasa kamera film sebelum era elektronik.
Potret lama dan studio
Potret hitam-putih warga Penang dari dekade-dekade lalu menghiasi dinding, dan studio foto retro dengan latar dan properti lama memungkinkan Anda mengambil foto bergaya vintage sendiri, menggunakan kamera museum atau ponsel Anda.
Sejarah Singkat Kamera
Koleksinya lebih mudah dipahami dengan sedikit latar belakang. Pada akhir abad ke-17, kotak dan tenda camera obscura portabel sudah digunakan sebagai alat bantu menggambar. Pada 1826 Nicéphore Niépce membuat foto permanen pertama dari gambar kamera, dengan pemaparan sekitar delapan jam, dan proses daguerreotype Louis Daguerre, yang diumumkan ke publik pada 1839, memangkas pemaparan menjadi hitungan menit dan tak lama kemudian detik. Kamera Kodak buatan George Eastman tahun 1888 sudah berisi film gulung untuk 100 jepretan dan membawa fotografi ke tangan orang biasa. Leica I tahun 1925 menjadikan film 35 mm standar kamera kompak kelas atas, refleks lensa kembar Rolleiflex tahun 1928 menjadi sangat populer, dan sejak 1950-an produsen Jepang seperti Nikon bangkit menguasai pasar. Polaroid Model 95 dari akhir 1940-an adalah kamera instan praktis pertama, insinyur Kodak Steven Sasson membuat prototipe kamera digital pada 1975, dan pada 2003 penjualan kamera digital sudah melampaui kamera film. Anda bisa mengikuti sebagian besar kisah ini melalui lemari-lemari pajang di museum.
Tiket dan Jam Buka Asia Camera Museum
Museum buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 6 sore. Tiket masuk RM25, sudah termasuk tur berpemandu. Datanglah paling lambat pukul 5:30 sore, batas waktu masuk terakhir, agar ada cukup waktu untuk tur sebelum tutup. Kebanyakan pengunjung menghabiskan 45 menit hingga satu jam, lebih lama jika Anda berlama-lama di koleksi atau studio.
Cara ke Sana
- Berjalan kaki: museum berada di lantai atas 71 Lebuh Armenian, di tengah kawasan seni jalanan. Sun Yat Sen Museum, Khoo Kongsi, dan mural "Children on a Bicycle" semuanya dua atau tiga menit berjalan kaki, dan Clan Jetties sekitar sepuluh menit.
- Bus: rute Rapid Penang dari Komtar ke Weld Quay berhenti di sepanjang Lebuh Chulia dan Pengkalan Weld, tidak jauh berjalan kaki; shuttle gratis CAT juga melintasi zona warisan.
- Grab atau taksi: minta diantar ke "Asia Camera Museum, Lebuh Armenian". Jalannya sempit dan ramai, jadi pengemudi mungkin menurunkan Anda di salah satu ujungnya.
- Parkir: parkir di pinggir jalan sangat terbatas di zona warisan.
Tips Berkunjung
- Museum dicapai lewat tangga ke lantai satu dan tidak dapat diakses pengguna kursi roda.
- Berkunjunglah pada awal siang, saat gang-gang seni jalanan di luar sedang paling panas; museum ini menjadi tempat rehat yang sejuk di dalam ruangan.
- Ajukan pertanyaan kepada pemandu: turnya santai dan staf senang menjelaskan cara kerja kamera tertentu.
- Sentuh hanya kamera yang disediakan untuk pengunjung, dan minta izin sebelum menyentuh apa pun di dalam lemari pajang.
- Bawa kamera Anda sendiri; studio dan camera obscura adalah objek foto yang bagus.
- Gabungkan kunjungan dengan Sun Yat Sen Museum dan Khoo Kongsi untuk setengah hari menjelajahi Armenian Street, lalu makan di kios jajanan dan kafe di sepanjang Lebuh Armenian dan Lebuh Chulia.
Lokasi Asia Camera Museum
Terdekat
- Yap Kongsi dan Choo Chay Keong Temple — Kuil, 0,0 km
- Armenian Street Souvenir Stalls — Suvenir, 0,1 km
- Areca Books — Suvenir, 0,1 km
- La Vie en Rose Patisserie — Hidangan penutup, 0,1 km
- Khoo Kongsi — Atraksi, 0,1 km
- Sun Yat Sen Museum — Atraksi, 0,1 km
Rencanakan rute dengan jam buka menggunakan perencana perjalanan Where2Go.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga tiket masuk Asia Camera Museum?
Tiket masuk RM25 dan sudah termasuk tur berpemandu ke koleksi, camera obscura, kamar gelap, dan bengkel reparasi.
Kapan jam buka Asia Camera Museum?
Museum buka setiap hari dari pukul 10 pagi hingga 6 sore. Masuk terakhir pukul 5:30 sore.
Di mana lokasi Asia Camera Museum?
Museum ini berada di lantai satu 71 Armenian Street (Lebuh Armenian), George Town, dekat Sun Yat Sen Museum dan mural Children on a Bicycle.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan di Asia Camera Museum?
Sediakan waktu 45 menit hingga satu jam, termasuk tur berpemandu dan waktu di studio foto.
Bolehkah menyentuh kamera di Asia Camera Museum?
Boleh, beberapa kamera antik disediakan agar pengunjung bisa mengambil dan mencobanya. Barang di dalam lemari pajang tidak boleh disentuh.
Apakah Asia Camera Museum ramah kursi roda?
Tidak. Museum berada di lantai satu dan hanya bisa dicapai lewat tangga.
