Bukit Bintang

Terakhir diperbarui: Oktober 2026

Keramaian dan lampu hias di sepanjang Jalan Bukit Bintang pada malam hari, Kuala Lumpur

Bukit Bintang adalah distrik belanja dan hiburan utama Kuala Lumpur, jantung kawasan yang disebut Golden Triangle. Pusatnya berada di persimpangan ramai Jalan Bukit Bintang dan Jalan Sultan Ismail, tempat Pavilion Kuala Lumpur, Lot 10, Fahrenheit88, Starhill, dan Sungei Wang Plaza saling berhadapan di seberang penyeberangan diagonal (scramble crossing). Satu blok ke utara terdapat Jalan Alor, jalan kuliner paling terkenal di KL, dan beberapa menit ke barat ada bar dan restoran di Changkat Bukit Bintang. Sebagian besar wisatawan ke KL setidaknya sekali melintas di sini, entah untuk berbelanja, makan, mengamati keramaian, atau naik MRT dan monorel.

Panduan ini membahas sejarah Bukit Bintang, mal dan jalan kuliner utama, jam buka praktis, cara menuju ke sana, dan tips berkunjung.

AlamatJalan Bukit Bintang dan Jalan Alor
DetailDistrik buka 24 jam; mal sekitar 10 pagi – 10 malam
Gratis
KawasanBukit Bintang
Durasi kunjunganSekitar 2 jam
Tercantum diAtraksi Kuala Lumpur
Antar saya ke sini
TerverifikasiTerverifikasi Oktober 2026

Sejarah Bukit Bintang

"Bukit Bintang" dalam bahasa Inggris berarti "Star Hill". Nama ini biasanya dikaitkan dengan sebuah bukit kecil setinggi sekitar 50 meter di dekat Kampung Dollah, kampung Melayu di kawasan ini yang kini sudah hilang. Pada awal abad ke-20, distrik ini berada di pinggir kota, dengan sekolah, bungalo, dan beberapa deret ruko.

Salah satu institusi pertamanya adalah Bukit Bintang Girls' School. Sekolah ini bermula pada 1893, ketika Betty Langlands mulai mengajari anak-anak perempuan membaca di Brickfields, dan memakai nama Bukit Bintang setelah pindah ke gedung di Bukit Bintang Road pada 1930. Sekolah ini meninggalkan lokasi tersebut pada 2000, dan lahannya dikembangkan kembali menjadi Pavilion Kuala Lumpur.

Setelah Perang Dunia Kedua, Bukit Bintang menjadi tempat hiburan. Pada akhir 1940-an jalan ini sudah memiliki kabaret, pertunjukan budaya, wahana permainan, dan makanan hawker. Keluarga Shaw dari Hong Kong membuka Bukit Bintang Amusement Park pada 1947 di lokasi yang kini ditempati Sungei Wang Plaza, dan pengusaha Low Yow Chuan membuka Capitol Hotel pada 1948. Jalan Alor dinamai dari kata Melayu untuk sungai kecil yang dulu mengalir di sepanjangnya; sebuah sungai tercatat di sana pada peta tahun 1921.

Pada 1970-an dan 1980-an, sebagian kawasan ini terkenal dengan kemaksiatan, dan penegakan hukum perlahan membersihkannya. Sektor ritel kemudian mengambil alih: Sungei Wang Plaza dibuka pada 1977 dan Lot 10 pada 1989. Pada akhir 1980-an, Yeoh Tiong Lay dari YTL Corporation mendorong rencana untuk meremajakan jalan ini bagi para pembelanja, dengan menamai trotoarnya "Bintang Walk". KL Monorail hadir pada 2003, Pavilion dibuka pada 2007, dan Fahrenheit88 menggantikan KL Plaza yang lebih tua pada 2010. Pada 2011, jalur pejalan kaki layang ber-AC yang didanai Petronas menghubungkan Pavilion dengan KLCC. Stasiun MRT bawah tanah dibuka pada 17 Juli 2017, dan pada Juni 2021 Dewan Kota menambahkan penyeberangan diagonal di persimpangan utama agar kawasan ini lebih nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki.

Distrik ini terus berkembang ke selatan dan timur: LaLaport di Bukit Bintang City Centre dibuka pada Januari 2022, The Exchange TRX pada November 2023, dan menara Merdeka 118, gedung tertinggi kedua di dunia, menjulang tidak jauh dari sini.

Yang Bisa Dilihat dan Dilakukan di Bukit Bintang

Mal

Jalan kuliner Jalan Alor

Setiap malam, restoran dan kios di Jalan Alor meluber ke jalan dengan meja, panggangan, dan bangku plastik. Sebagian besar makanannya adalah masakan Tionghoa-Malaysia: sayap ayam bakar, sate, char kuey teow, seafood, bubur kodok, dan kios buah yang menjual durian saat musimnya. Suasananya meriah dan praktis, tetapi harganya untuk turis, jadi cek harga sebelum memesan seafood yang dijual per berat. Sebagian besar makanan di Jalan Alor tidak halal.

Changkat Bukit Bintang

Di sebelah barat Jalan Alor, jalan menanjak pendek dengan deretan ruko yang direstorasi ini adalah kawasan bar dan restoran paling terkenal di KL, paling ramai mulai larut malam pada Kamis hingga Sabtu.

Acara dan suasana jalanan

Bintang Walk menjadi lokasi hitung mundur Malam Tahun Baru, dekorasi lampu meriah untuk Natal, Tahun Baru Imlek, dan Hari Raya, pekan mode, serta acara jalanan lainnya. Bahkan di malam biasa, persimpangan di depan Pavilion adalah tempat yang asyik untuk menyaksikan denyut kota.

Jam Buka, Biaya, dan Berapa Lama Berkunjung

Cara ke Bukit Bintang

Tips Berkunjung ke Bukit Bintang

Lokasi Bukit Bintang

Terdekat

Rencanakan rute dengan jam buka menggunakan perencana perjalanan Where2Go.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti Bukit Bintang?

Bukit Bintang adalah bahasa Melayu untuk "Star Hill". Nama ini biasanya dikaitkan dengan sebuah bukit kecil setinggi sekitar 50 meter di dekat bekas kampung Melayu bernama Kampung Dollah.

Jam berapa mal di Bukit Bintang buka?

Sebagian besar mal di Bukit Bintang, termasuk Pavilion, Lot 10, dan Fahrenheit88, buka sekitar 10 pagi hingga 10 malam setiap hari. Jalanan dan Jalan Alor tetap ramai hingga larut malam.

Apakah makanan di Jalan Alor halal?

Sebagian besar makanan di Jalan Alor adalah masakan Tionghoa-Malaysia dan tidak halal, meskipun ada beberapa kios milik Muslim. Untuk pilihan halal yang lebih banyak, kunjungi food court di mal-mal terdekat.

Bagaimana cara berjalan kaki dari KLCC ke Bukit Bintang?

Gunakan jalur pejalan kaki beratap dan ber-AC dari KLCC ke Pavilion. Panjangnya sekitar 560 meter dan berjalan kaki memakan waktu sekitar 15 menit.

Stasiun mana yang terbaik untuk ke Bukit Bintang?

Stasiun MRT Bukit Bintang di Jalur Kajang dan stasiun monorel Bukit Bintang sama-sama berada di persimpangan utama di samping Pavilion dan Lot 10.

Sumber

Lihat semua atraksi di Kuala Lumpur