Taman Botani Perdana
Terakhir diperbarui: Oktober 2026
Taman Botani Perdana (Perdana Botanical Gardens), yang masih luas dikenal sebagai Lake Gardens, adalah taman umum tertua di Kuala Lumpur. Taman ini didirikan pada 1888 di sekitar danau buatan di lembah sebelah barat kota lama dan kini mencakup sekitar 92 hektare halaman rumput, danau, taman tematik, dan pohon-pohon tua, dikelola oleh Dewan Bandaraya Kuala Lumpur (DBKL). Masuk gratis. Taman ini adalah jantung kawasan hijau yang lebih luas yang juga mencakup KL Bird Park, Islamic Arts Museum, Muzium Negara, Tugu Negara, dan Planetarium Negara, sehingga banyak pengunjung menghabiskan sepanjang pagi di sini.
Panduan ini membahas sejarah taman, taman-taman utama yang layak dilihat, jam buka (diperbarui pada 2026), cara menuju ke sana, dan tips praktis.
| Alamat | Jalan Kebun Bunga, Lake Gardens |
|---|---|
| Detail | Setiap hari 5:30 pagi – 10 malam; hingga tengah malam Jum–Sab Gratis |
| Kawasan | Lake Gardens |
| Durasi kunjungan | Sekitar 1 jam 30 menit |
| Tercantum di | Atraksi Kuala Lumpur |
| Antar saya ke sini | |
| Terverifikasi | Terverifikasi Oktober 2026 |
Sejarah Taman Botani Perdana
Taman ini merupakan gagasan Alfred Venning, Bendahara Negara Bagian Selangor asal Inggris dan ketua Kuala Lumpur Sanitary Board, yang pada akhir 1880-an mengusulkan kebun botani di lembah Sungai Bras Bras, sungai kecil di sebelah barat kota. Frank Swettenham, yang saat itu menjabat British Resident di Selangor, menyetujui rencana ini dan mencairkan dana negara bagian pertama, dan pekerjaan dimulai pada 1888. Sekitar 173 acre lahan dibuka, dan sungai dibendung untuk membentuk danau hias yang dinamai Sydney Lake menurut nama istri Swettenham. Taman ini resmi dibuka pada 13 Mei 1889 sebagai Public Gardens, yang segera lebih dikenal sebagai Lake Gardens.
Taman ini dengan cepat menjadi pusat kehidupan sosial Kuala Lumpur era kolonial. Lake Club, yang didirikan di tepi taman pada 1890, masih ada sebagai Royal Lake Club. Di bukit di atasnya berdiri Carcosa Seri Negara, bekas kediaman resmi pejabat kolonial yang kemudian menjadi hotel; saat ini ditutup untuk pemugaran.
Setelah kemerdekaan, kawasan ini mengemban peran nasional. Gedung Parlemen Malaysia dibangun di tepi utara taman pada 1963, dan Tugu Negara (National Monument) berdiri di dekatnya. Pada 1975 Perdana Menteri Tun Abdul Razak mengganti nama taman menjadi Taman Tasik Perdana (Perdana Lake Gardens), dan danau lamanya kini bernama Tasik Perdana. Taman Anggrek dibuka pada 1986, KL Bird Park pada 1991, dan KL Butterfly Park pada 1992. Pada 28 Juni 2011 Perdana Menteri Najib Razak meluncurkan kembali taman ini sebagai Taman Botani Perdana, dengan fokus baru pada koleksi tumbuhan dan pendidikan botani. Kini luas taman sekitar 91,6 hektare.
Yang Bisa Dilihat di Taman Botani Perdana
Tasik Perdana
Danau aslinya, yang terbentuk dari pembendungan Sungai Bras Bras, masih menjadi daya tarik utama. Jalan setapak dan jembatan mengelilinginya, dan halaman rumput di tepi danau adalah tempat utama untuk piknik dan berfoto, dengan pemandangan cakrawala kota di seberang air.
Taman Anggrek
Dibuka pada 1986 di salah satu titik tertinggi taman, Taman Anggrek memiliki lebih dari 800 spesies anggrek, termasuk varietas langka dan terancam punah. Taman ini juga berfungsi sebagai tempat pembibitan serta pusat konservasi dan penelitian.
Taman Kembang Sepatu
Taman seluas 0,9 hektare yang didedikasikan untuk kembang sepatu (bunga raya), bunga nasional Malaysia, dengan banyak varietas beraneka warna yang tumbuh di bawah naungan pohon-pohon besar.
Taman rusa
Kandang rusa kecil, yang dapat dilihat dari jalan setapak yang ditinggikan, menjadi favorit anak-anak.
Taman tematik dan koleksi
Area lainnya antara lain Sunken Garden, taman simetris berbentuk mangkuk; Fernarium dengan jalur papan yang teduh; Taman Heliconia; Pulau Sikas; koleksi pohon hutan, kamboja, dan pohon buah langka; air terjun besar; alun-alun utama, Laman Perdana; dan Perdana Canopy, struktur peneduh yang diresmikan pada 2015. Banyak tanaman diberi label, sebagian dengan kode QR untuk informasi lebih lanjut.
Atraksi di sekitarnya
Di dalam atau di tepi taman terdapat KL Bird Park, Islamic Arts Museum Malaysia, Planetarium Negara, Muzium Negara, Tugu Negara, dan Memorial Tun Abdul Razak. Masjid Negara hanya berjarak jalan kaki singkat dari Islamic Arts Museum.
Jam Buka, Tiket Masuk, dan Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan
- Jam buka: setiap hari 5:30 pagi hingga 10 malam, dan hingga tengah malam pada hari Jumat dan Sabtu. DBKL mengumumkan perpanjangan jam buka ini untuk sepuluh taman kota utamanya pada Mei 2026; beberapa panduan lama masih menyebut 7 pagi hingga 7 atau 8 malam.
- Tiket masuk: gratis. KL Bird Park dan atraksi lain di dalam taman mengenakan tiket masuk sendiri.
- Waktu yang dibutuhkan: sekitar 1,5 jam untuk melihat danau, Taman Anggrek, dan Taman Kembang Sepatu; setengah hari atau lebih jika Anda menambahkan Bird Park dan sebuah museum.
Cara Menuju Taman Botani Perdana
- MRT: Stasiun Muzium Negara (Jalur Kajang) adalah yang terdekat. Jaraknya sekitar 15 menit berjalan kaki menanjak melewati Muzium Negara ke sisi selatan taman.
- Dari KL Sentral: KL Sentral terhubung dengan MRT Muzium Negara melalui jalur pejalan kaki bawah tanah, sehingga Anda bisa berjalan kaki dari pusat transportasi ini dalam sekitar 20 hingga 25 menit.
- Bus: rute bus RapidKL dari Pasar Seni dan bus KL Hop-On Hop-Off berhenti di taman.
- Grab atau taksi: pilihan paling mudah, terutama saat cuaca panas. Sebutkan "Taman Botani Perdana, Jalan Kebun Bunga", atau titik turun tertentu seperti Taman Anggrek atau Bird Park.
- Mengemudi: ada tempat parkir di sepanjang Jalan Kebun Bunga dan di dekat atraksi utama; tempat parkir cepat penuh pada pagi akhir pekan.
Tips Berkunjung
- Datanglah lebih awal. Sejak 5:30 pagi taman dipenuhi pelari, pejalan kaki, dan kelompok tai chi, dan jam-jam sebelum 10 pagi adalah waktu paling sejuk dan terbaik untuk mengamati burung serta memotret.
- Taman ini luas dan berbukit di beberapa bagian. Kenakan sepatu yang nyaman, bawa air minum, serta topi dan tabir surya; sebagian besar tepi danau tidak terlindung.
- Hujan badai pada sore hari sering terjadi, jadi rencanakan jalan-jalan di luar ruang pada pagi hari dan pergilah ke museum saat hujan.
- Jalur utama di sekitar danau sudah diaspal, tetapi beberapa taman tematik memiliki tangga dan lereng; pengguna kursi roda sebaiknya tetap di jalur tepi danau.
- Untuk makan, ada restoran di dalam taman, dan kedai Nasi Lemak Tanglin serta kafe-kafe di Bukit Damansara dapat dicapai dengan berkendara sebentar.
- Pagi akhir pekan paling ramai, dengan keluarga dan sesi foto pernikahan. Hari kerja lebih sepi.
Lokasi Taman Botani Perdana
Terdekat
- KL Bird Park — Atraksi, 0,5 km
- Nasi Lemak Tanglin — Jajanan kaki lima, 0,6 km
- TREVO — Rental mobil, 0,7 km
- Islamic Arts Museum Malaysia — Atraksi, 0,7 km
- Muzium Negara (National Museum) — Atraksi, 0,8 km
- Masjid Negara (National Mosque) — Atraksi, 0,9 km
Rencanakan rute dengan jam buka menggunakan perencana perjalanan Where2Go.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Taman Botani Perdana gratis?
Ya. Masuk ke Taman Botani Perdana gratis. Atraksi di dalam kawasan taman yang lebih luas, seperti KL Bird Park, mengenakan tiket masuk terpisah.
Jam berapa Taman Botani Perdana buka?
Dewan Bandaraya Kuala Lumpur memperpanjang jam buka pada 2026 menjadi 5:30 pagi hingga 10 malam setiap hari, dan hingga tengah malam pada hari Jumat dan Sabtu.
Apakah Taman Botani Perdana sama dengan Lake Gardens?
Ya. Taman ini dibuka pada 1889 sebagai Public Gardens, kemudian dikenal sebagai Lake Gardens, berganti nama menjadi Taman Tasik Perdana pada 1975, dan diluncurkan kembali sebagai Taman Botani Perdana pada 2011.
Berapa usia Taman Botani Perdana?
Pembangunan taman dimulai pada 1888 di bawah Alfred Venning, dengan persetujuan Frank Swettenham, dan taman resmi dibuka pada 13 Mei 1889, menjadikannya taman umum tertua di Kuala Lumpur.
Stasiun MRT apa yang terdekat dengan Taman Botani Perdana?
Stasiun MRT Muzium Negara di Jalur Kajang, sekitar 15 menit berjalan kaki. Banyak pengunjung naik Grab dari stasiun ke bagian taman yang ingin mereka kunjungi.
